androidvodic.com

Hamas Setujui Perjanjian Gencatan Senjata, Tuntut Mediator Kejar Gencatan Senjata Permanen - News

News - Kelompok militan Hamas menerima proposal perjanjian pembebasan sandera dan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat (AS) dengan Israel pada Sabtu (6/7/2024).

Kesepakatan itu dicapai setelah Hamas mencabut tuntutannya yang paling keras: meminta negara Yahudi itu menjanjikan penghentian total perang sembilan bulan di Gaza, kata seorang pejabat Mesir dan Hamas.

Namun kesepakatan itu datang dengan rintangan besar.

Perwakilan Hamas mengungkapkan kelompok militan yang didukung Iran itu menuntut “jaminan tertulis” bahwa para mediator bakalan terus mengupayakan gencatan senjata permanen, setelah fase pertama rencana tersebut mulai berlaku.

"Hamas memberikan persetujuan awalnya terhadap usulan tersebut setelah menerima komitmen dan jaminan lisan dari mediator Mesir dan Qatar bahwa pertempuran tidak akan dilanjutkan setelah Israel menerima sandera dan bahwa kedua pihak akan terus bernegosiasi menuju gencatan senjata permanen," kata pejabat Hamas.

“Sekarang kami menginginkan jaminan ini di atas kertas,” kata pejabat Hamas, dikutip dari NY Post.

Direktur intelijen Mossad Israel David Barnea dikirim ke Doha pada hari Jumat (5/7/2024).

Di sana ia bertemu dengan mediator Qatar dan menolak tuntutan komitmen tertulis pada fase kedua kesepakatan gencatan senjata, Axios melaporkan .

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setuju untuk mengirim negosiator negaranya kembali ke Doha minggu depan untuk pembicaraan lanjutan.

Akan tetapi kantornya menekankan bahwa "kesenjangan antara kedua belah pihak" masih ada.

Direktur CIA, William Burns juga akan kembali ke Doha untuk bergabung dalam pembicaraan tersebut, Axios melaporkan.

Baca juga: Meski Negosiasi Gencatan Senjata Tunjukkan Kemajuan, Israel Terus Lancarkan Serangan Udara ke Gaza

Usulan yang sekarang diajukan adalah Hamas membebaskan wanita, anak-anak, dan sandera yang terluka sebagai imbalan atas pembebasan ratusan tahanan Palestina oleh Israel selama periode awal enam minggu.

Pasukan Israel juga akan mundur dari daerah berpenduduk padat di Gaza dan mengizinkan orang-orang kembali ke rumah mereka di bagian utara wilayah tersebut selama waktu tersebut.

Pada tahap kedua, Hamas akan membebaskan semua orang yang masih ditahannya — baik warga sipil maupun tentara — sebagai imbalan atas pembebasan sejumlah tahanan Palestina oleh Israel.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat