androidvodic.com

Nasib Benjamin Netanyahu di Ujung Tanduk, Puluhan Ribu Warga Israel Unjuk Rasa Tuntut Pemilu Darurat - News

Laporan Wartawan News Namira Yunia

News, TEL AVIV – Puluhan ribu pengunjuk rasa Israel berkumpul di beberapa kota untuk menggelar demo besar-besaran, menentang pemerintah Israel untuk segera menggelar pemilihan Perdana Menteri Baru.

Demo mingguan ini awalnya digelar di Jalan Kaplan di Tel Aviv, kota besar yang dibangun di atas reruntuhan Yafa, namun puluhan ribu orang dengan cepat menghadiri aksi protes anti pemerintah mingguan ini.

Tak hanya di di Tel Aviv, mengutip dari Times Of Israel, para pengunjuk rasa juga berunjuk rasa di pemukiman Rehovot menuntut Knesset mengadakan pemilu lebih awal.

Baca juga: Dapat Laporan IDF Siksa Tahanan Palestina, Jaksa Agung Israel Tuntut Netanyahu Tutup Kamp Sde Teiman

Sambil meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, masyarakat dan keluarga tawanan yang ditahan di Jalur Gaza mengibarkan bendera Israel menuntut pemilihan umum (pemilu) dini untuk menggantikan posisi Netanyahu.

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes karena Netanyahu dan pemerintah sayap kanan dianggap gagal menjalankan tugas karena tak bisa merampungkan gencatan senjata dengan Hamas dan menjamin pembebasan sekitar 121 sandera yang diyakini masih berada di Gaza, termasuk jasad 37 tentara yang sudah meninggal.

"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kami melihat bagaimana Anda menggagalkan kesepakatan berulang kali di saat yang menentukan. Jangan berani-beraninya Anda menghancurkan hati kami lagi," kata salah satu pengunjuk rasa.

Serangkaian alasan ini yang membuat puluhan ribu demonstran murka, mendesak pemilihan umum dini agar Netanyahu bisa segera digulingkan dari jabatannya sebagai perdana menteri.

Sayangnya aksi Protes Sabtu malam itu berakhir ditandai dengan banyaknya pengunjuk rasa yang terluka karena terkena meriam air polisi.

Popularitas Netanyahu di Israel Menyusut

Sejak demo pecah, jajak pendapat yang dilakukan oleh Channel 12 Israel mengungkap bahwa sebagian besar masyarakat Israel memandang lemah kinerja Netanyahu bersama dengan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Yoav Gallant selama perang.

Imbas masalah ini popularitas Netanyahu di Israel mulai memudar.

Dalam jajak pendapat di surat kabar Maariv pada 18-19 Oktober lalu bahkan nama Benjamin Netanyahu kalah saing dengan mantan menteri pertahanan Benny Gantz.

“Netanyahu akan mundur. Sama seperti pejabat tinggi militer, intelijen, dan GSS (badan intelijen). Karena mereka gagal,” tulis surat kabar harian Israel Hayom.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat