androidvodic.com

Respons Bos Jalan Tol Jusuf Hamka Diusulkan Golkar Jadi Cawagub Kaesang - News

Laporan Reporter News, Reza Deni

News, JAKARTA - Pengusaha Jalan Tol, Jusuf Hamka, buka suara usai Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, menawarkan dirinya sebagai pendamping Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Pilkada Jakarta.

Ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Jusuf Hamka mengatakan dirinya baru mengetahui hal tersebut.

Baca juga: Kaesang Datangi Markas Golkar Bahas Pilkada 2024, Langsung Temui Empat Mata Bareng Airlangga

"Tanya beliau (Airlangga). Saya juga baru tahu," kata Jusuf, Kamis (11/7/2024).

Jusuf Hamka membenarkan bahwa dirinya memang ditawarkan ke Kaesang untuk posisi Cawagub Jakarta.

Saat ditanya kesiapannya jika hal tersebut terjadi, Jusuf hanya tertawa kecil. Dia hanya menjawab bahwa dirinya kader Partai Golkar sejak lama.

Baca juga: Kenakan Jaket Merah, Kaesang Sambangi Kantor DPP Golkar

"Saya sudah lama (kader Golkar) dari tahun 60-an, 69," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengungkapkan fakta baru mengenai kontestasi Pilkada Jakarta 2024. Menko Perekonomian RI itu mengusulkan bos jalan tol sekaligus kader Golkar, Jusuf Hamka menjadi cawagub untuk Kaesang Pangarep.

Keputusan itu diambil seusai Airlangga melakukan pertemuan dengan Kaesang yang juga Ketum PSI itu di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (11/7/2024).

"Untuk mendukung tadi Mas Kaesang seandainya beliau memilih Jakarta saya siapkan kader Golkar yang udah malang melintang di infrastruktur yaitu Babah Alun," kata Airlangga dalam konferensi pers seusai bertemu Kaesang.

Airlangga mengungkapkan alasan Jusuf Hamka didorong menjadi cawagub untuk Kaesang. Dia menyatakan pengusaha muslim Tionghoa itu memiliki pengalaman yang baik dalam mengatasi kemacetan di Jakarta.

"Golkar tentu melihat tantangan Jakarta besar sekali termasuk kita ingin Jakarta ini salah satu kota dengan penduduk 10 juta kita harus bisa kalahkan Thailand untuk mengatasi kemacetan sehingga tantangan utama Jakarta adalah infrastruktur," ungkapnya.

Baca juga: Pilkada Jawa Tengah, Pengamat Nilai Sosok Seperti Kaesang Pangarep Dibutuhkan

Namun begitu, Airlangga menambahkan keputusan itu masih belum final. Menurutnya, masih ada waktu dua bulan sebelum pendaftaran Pilkada Jakarta 2024.

"Kita banyak punya waktu tidak terburu-buru kita akan berbasis ilmiah dan tentu kita juga harus bicara dengan KIM," pungkasnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat