androidvodic.com

Pasca-Pengurangan Isi Gas Elpiji 3 Kg Terungkap, Mendag Jamin Akurasi Volume Tabung di SPBE - News

News - Kementerian Perdagangan menemukan adanya praktik pengurangan volume gas rata-rata sebesar 200-700 gram dalam Elpiji 3 kg di 11 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE). 

Pasca-pengungkapan itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan Pertamina Patra Niaga bergerak cepat mengawasi di SPBE yang mengisi gas Elpiji 3 kg. Sehingga, kata dia hak masyarakat menjadi lebih terjamin. 

"Tadi saya lihat di sana (SPBE,-red), tabung itu kalau sudah lama (namanya besi,-red) jadi karatan, dan perlu repair. Kalau tidak di-repair dan dipaksa isi terus, ada yang sudah mengendap yang tidak bisa dipakai lagi, atau tabungnya berkarat dan timbangannya jadi berkurang," kata dia saat mengunjungi SPBE PT Bajubang Gasindom Cimahi, Jawa Barat pada Sabtu (1/6/2024). 

Menurut Zulkifli, SPBE membersihkan hingga memperbaiki tabung gas Elpiji sebelum diisi ulang. Upaya itu dilakukan untuk memastikan keakuratan Elpiji.

“Kalau dipaksa terus, itu bisa merugikan konsumen. Jadi tabung-tabung seperti itu harus di-repair dulu, dibersihkan, dan yang berkarat yang menyebabkan timbangan kurang juga perlu diperbiki, sehingga tabungnya itu bisa kalau ditimbang 5 kg. Setelah bagus, baru dipakai untuk diisi. Tadi saya lihat, di SPBE ini sudah bagus,” lanjut Zulkfili.

Baca juga: Berikut Alasan Pemerintah Ogah Batalkan Potongan Gaji untuk Tapera, Klaim Jalankan Amanat Konstitusi

Ia menyampaikan berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga yang bergerak cepat menjamin isi LPG di SPBE sesuai takaran. Ia mempersilakan masyarakat Cimahi yang ingin membeli LPG karena sudah sesuai takaran.

“Saya berterima kasih ke Pertamina Patra Niaga sudah melakukan pengawasan yang lebih sistemastis karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Saya memang ke daerah-daerah, kalau bagus saya bilang bagus, tapi kalau jelek saya bilang jelek. Tidak jelek semua. Hari ini, yang dikerjakan di sini bagus. Jadi silakan masyarakat Cimahi, kalau beli gas di sini timbangannya sudah cukup dan bagus, lalu tabungnya juga sudah di-repair,” tutur Zulkifli.

Baca juga: Polemik Barang Impor WNI, Ombudsman Wanti-wanti Ditjen Bea Cukai Soal Potensi Maladministrasi

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, pengecekan SPBE ini merupakan kolaborasi yang baik antara semua pihak, termasuk Kementerian Perdagangan.

Tim Pertamina di seluruh Indonesia juga bergerak cepat melakukan perbaikan.

“Ini kolaborasi yang baik antara Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, dan Pertamina Patra Niaga untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi, sehingga kami juga ada beberapa tim yang juga bergerak secara nasional di seluruh Indonesia serempak kemarin selama seminggu untuk melakukan penyempurnaan agar ke depan layanannya menjadi lebih baik,” ujar Mars Ega.

Ia melanjutkan, tidak hanya bergerak di lapangan, pihaknya juga sudah berkoordinasi bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai upaya tindak lanjut pengawasan isi tabung LPG di SPBE.

“Kami juga sudah duduk bersama Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan dan Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM,” ujar Mars Ega.

Pertamina Patra Niaga akan terus meningkatkan sinergi bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian ESDM tidak hanya dalam pengawasan, namun juga perbaikan sistem agar penyaluran LPG 3 kg berjalan dengan baik mulai pengisian di SPBE hingga ke masyarakat.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi tentang produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Call Center 135.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat